Komitmen terhadap Kejujuran Akademik

Komitmen terhadap Kejujuran Akademik

Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia serta teladan bagi siswa dan masyarakat merupakan salah satu tolak ukur guru yang baik (Ganti et al., 2025, 1435). Penulis merasa hal tersebut berkesinambungan dengan tinjauan etika plagiarisme secara umum maupun spesifik. Adapun prinsip etika penulisan karya ilmiah diantaranya adalah kejujuran, integritas, kecermatan, pengutipan kekayaan intelektual, saling menghargai antara kolega, transparansi metode penelitian, kerahasiaan objek, akuntibilitas, kompetensi hingga legalitas (Sundoro et al., 2025, 4-5). Pada penelitian ini, kata kunci yang dikaji adalah kejujuran dan integritas individu sebagai guru.

Sinopsis Buku “How to Write a Good Scientific Paper

Sesuai dari buku bab 14 berjudul “How to Write a Good Scientific Paper” yang ditulis oleh Chris A.Mack, plagiarisme secara umum dapat diartikan sebagai tindakan mengambil ide, ataupun kata-kata milik individu lain serta menyebarkan atau menyajikannya selayaknya karya sendiri. Tindakan pencurian intelektual tersebut mempunyai identifikasi yang rumit karena ada berbagai bentuk dan level pelanggarannya. Jenis plagiarisme yang dijelaskan meliputi:

  1. Menyalin Ide Orang Lain: Diperbolehkan menggunakan ide orang lain sebagai dasar karya baru, tetapi salah jika ide tersebut dipresentasikan tanpa menyebutkan sumbernya, yang merupakan pelanggaran etika karena menipu pembaca seolah ide itu milik sendiri.
  2. Menyalin Gambar: Penggunaan gambar atau ilustrasi orang lain harus disertai dengan izin dari pembuatnya dan mencantumkan referensi. Modifikasi kecil pada gambar tidak membebaskan kewajiban ini.
  3. Menyalin Kata-kata: Bentuk plagiarisme paling umum adalah menyalin teks tanpa kutipan yang tepat. Tingkat keseriusan pelanggaran tergantung pada jumlah teks yang disalin, adanya kutipan atau tidak, serta apakah teks tersebut adalah bagian penting dari karya seperti hasil penelitian.
  4. Plagiarisme Diri (Self-plagiarism): Menggunakan kembali karya sendiri tanpa menyatakan sumber atau tanpa membedakan apa yang baru dan lama termasuk pelanggaran serius karena dapat menyalahartikan karya sebagai baru padahal duplikasi.
  5. Isu Budaya: Penulis non-penutur asli bahasa Inggris sering mengalami kesulitan menulis, sehingga lebih tergoda menyalin teks secara langsung. Sistem pendidikan di beberapa negara yang menekankan hafalan dan pengulangan kata demi kata juga menjadi salah satu penyebab plagiarisme.

Dampak Plagiarisme

Dalam kajian buku tersebut, hal merugikan yang dijadikan sebagai dampak dari plagiarisme ini adalah menurunkan keaslian dan kepercayaan karya ilmiah. Tidak hanya itu, reputasi dari penulis hingga institusi dapat rusak karena plagiarisme (Mack, 2018). Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan etika ilmiah yang benar diperlukan pendidik sebagai guru.

Cara Menyikapi Plagiarisme

Sikap menyikapi plagiarisme diharapkan dapat secara iteratif dilakukan karena plagiarisme juga berpengaruh dengan arah perkembangan ilmu pengetahuan di kemudian hari. Sikap yang dapat dilakukan untuk mencegah plagiarisme sesuai apa yang sudah diterapkan sebelumnya diantara lain adalah edukasi tentang plagiarisme, penguatan kompetensi akademik dalam penulisan karya ilmiah, penggunaan dan integrasi perangkat lunak uji plagiarisme, pengawasan dan pendampingan selama proses penulisan, penegakan kebijakan anti-plagiarisme, publikasi internal, hingga pelaporan dugaan pelanggaran (Sundoro et al., 2025, 5). Hal ini patut di uji coba baik plagiarisme yang bersifat terjadi secara sadar maupun tanpa sadar.

Daftar Pustaka

Ganti, N., Dinnia, A. N., Rahmawati, A., & Irma, A. (2025). Ekplorasi Nilai Kepribadian Guru Berdasarkan Tingkat Pengalaman. JIMU: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, 03(03), 12. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/793/499

Mack, C. A. (2018). How to Write a Good Scientific Paper. SPIE Press.

Sundoro, J., Santosa, F., & Sidipratomo, P. (2025). Plagiarisme: Tumbangnya Etika, Budaya, dan Moral Kaum Intelektual. JEKI, 9(1), 7. https://ilmiahindonesia.id/index.php/jeki/article/download/26/12

Bagikan ke sosial media
Fachrul
Fachrul

A self-employed IT and digital consultant driven by a profound passion for guiding businesses towards success in today's digital era.

Articles: 12