Kepedulian Diri

Kepedulian Diri

Lesson 9 memberikan kesadaran untuk diri sendiri bahwa perspektif kelas ini bukan hanya untuk siswa saja, melainkan juga diri sendiri/guru. Oleh karena itu, berikut adalah pernyataan dari kenyataan yang saya alami selama kelas dan juga penerapan disiplin positif selama ini.

Apakah Anda merawat/menjaga kesehatan diri sendiri? Mendapatkan cukup tidur? Mengambil istirahat ketika perlu?

Disiplin positif menekankan pentingnya kesadaran diri, belas kasih terhadap diri sendiri dan orang lain, serta pemahaman bahwa orang biasanya melakukan yang terbaik yang mereka bisa pada saat itu. Secara implisit, mendorong perhatian terhadap kebutuhan emosional dan mental, yang merupakan bagian dari menjaga kesehatan diri.

Jawabannya adalah Iya. Sebagai guru, kita perlu menjawab iya dikarenakan selama saya belajar disiplin positif, saya diharuskan untuk dewasa demi diri sendiri dan orang lain juga. Hal ini saya curahkan dengan cara mengerjakan hal/pekerjaan lain. Contoh: mengerjakan pekerjaan freelance, mengajak bermain siswa diluar jam sekolah, menghadirkan acara yang siswa/siswi senangi dalam seminar, dan lain-lain.

“Kami mengutamakan peningkatan, bukan kesempurnaan.” Apa saja hal-hal yang berjalan dengan baik di kelas Anda sejak Anda memulai kursus ini?

Terima kasih disiplin positif telah membuat diri saya menjadi lebih baik lagi. Beberapa hal positif yang diri dan lingkungan saya rasakan diantara lain adalah:

  1. Siswa memiliki rasa ingin tahu dari orang lain dan memahaminya
  2. Siswa belajar untuk melihat perspektif orang lain
  3. Siswa mengenali dan mengubah perilaku yang keliru menjadi cara yang lebih baik
  4. Adanya meeting untuk wadah diskusi

Kapan siswa dapat sepenuhnya memimpin Class Meetings? Langkah kecil apa yang dapat diambil sekarang untuk mempersiapkan hal ini?

Menurut saya, berikut adalah waktu yang tepat agar siswa dapat melakukan meeting kelas secara mandiri:

  • Terbiasa mengidentifikasi dan memahami kepercayaan di balik perilaku.
  • Memiliki pengalaman dalam pemecahan masalah secara kolaboratif dan empatik.
  • Diberi kesempatan secara bertahap untuk memimpin diskusi (contohnya: mengajak siswa lain untuk menebak “tujuan yang keliru” di balik suatu perilaku).

Langkah kecil yang bisa diambil sekarang:

  • Mulai dengan memberi siswa peran terbimbing dalam memimpin bagian kecil dari pertemuan kelas.
  • Latih keterampilan pengamatan dan empati, seperti melalui kegiatan “Tabel Tujuan yang Keliru”.
  • Dorong refleksi dan berbagi pengalaman pribadi secara sukarela, untuk membangun rasa aman dan saling percaya.
  • Tempelkan daftar penguatan positif di kelas dan ajak siswa melaporkan pengalaman mereka memberi atau menerima dorongan setiap minggu.

Berikut adalah beberapa dokumentasi mengenai usaha Kami dalam meningkatkan empati sehingga siswa dapat memahami perilaku serta memimpin kelas/meeting (melakukan kunjungan sosialisasi ke TK SD):

Bagikan ke sosial media
Fachrul
Fachrul

A self-employed IT and digital consultant driven by a profound passion for guiding businesses towards success in today's digital era.

Articles: 12